Metatah Masal di Pura Griya Belong Tegalalang

Metatah Masal di Pura Griya Belong Tegalalang

Manuaba, Tegalalang, Gianyar – Kegiatan Potong Gigi atau Mepasdes atau Metatah menjadi acara mewujudkan Dharma kepada Hyang Widhi dan Luluhur melalui penyelenggaraan bersama dengan penuh sradha bhakti. Kegiatan bersama atau masal ini berdampak positif dalam hal ini sangat membantu warga Pura dan masyarakat pada umumnya. I Wayan Artawa selaku Kelihan Pura Griya Belong menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap 5 tahun (jangka panjang) dan 2-3 tahun (jangka pendek) dengan pertimbangan kebutuhan masyarakat.

Upakara Potong Gigi dirangkaikan juga dengan Otonan, sampai saat ini sudah memasuki 3 (tiga) kali penyelenggaraan yaitu: pertama pada 29 November 2012 (24 mepandes dan 30 otonan), kedua pada 1 Februari 2018 (20 mepandes, 25 otonan) dan ketiga pada 6 April 2023 (18 mepandes, 20 otonan) dengan membuka peserta dari seluruh umat sedharma / lapisan masyarakat. Total sampai dengan saat ini sudah memberikan sevanam atau pelayanan kepada 137 peserta.

Pura Griya Belong berlokasi di Banjar Dukuh, Dewa Pekraman Manuaba, Desa Kenderan melalui pengurus berkomitmen tetap mengagendakan kegiatan ini. Selain antusias dan harapan warga, upakara mepandes dalam konteks sastra dan khususnya dalam budaya Hindu Bali, kegiatan upakara ini melambangkan kedewasaan dan pengendalian diri dari hawa nafsu negatif, serta kewajiban orang tua terhadap anak. 

Lebih detail mengenai potong gigi dalam sastra Hindu Bali:
Makna Filosofis:
Upacara Mepandes bukan sekadar ritual pemotongan gigi, tetapi memiliki makna filosofis mendalam. Tujuannya adalah membersihkan diri dari “Sad Ripu” (enam musuh dalam diri: hawa nafsu, keserakahan, kemarahan, kebingungan, mabuk, dan iri hati). 

Simbolisme:
Pengikisan enam gigi (empat seri dan dua taring) atas adalah simbol dari pengendalian keenam sifat buruk tersebut. 

Kewajiban Orang Tua:
Upacara ini juga merupakan bentuk kewajiban orang tua untuk membimbing anak mereka menjadi manusia sejati yang mampu mengendalikan diri. 

Manusa Yadnya:
Mepandes termasuk dalam upacara Manusa Yadnya, yaitu upacara yang berkaitan dengan kehidupan manusia, dari kelahiran hingga kematian. 

Pentingnya Pikiran Positif:
Selama upacara, penting untuk memiliki pikiran yang positif dan tidak boleh ada rasa takut atau pikiran negatif, karena hal ini diyakini dapat mempengaruhi hasil upacara. 

Secara singkat, Mepandes atau Metatah adalah upacara sakral dalam budaya Hindu Bali yang memiliki makna filosofis mendalam tentang pengendalian diri, kewajiban orang tua, dan proses kedewasaan spiritual.

Source: dari berbagai sumber