Denah Bangunan Suci
Pura Griya Belong

Detail Bagunan Suci – Utama Mandala
– sisi utara utawi kaje –

Penyarikan, Pesaren dan Ratu Pasek (Tumpang Tiga)
Pelinggih Penyarikan merupakan pelinggih untuk memuja Begawan Penyarikan sebagai pengatur utama dalam setiap upakara, menjadikan kegiatan berjalan teratur dan sesuai rencana.
Pelinggih Pesaren merupakan bagunan rong tiga untuk pemujaan kepada leluhur dalam hal ini betare Hyang Guru
Pelinggih Ratu Pasek (tumpeng telu) adalah parahyangan Mpu Gni Jaya sebagai penghormatan kepada leluhur suci para Rsi yang menurunkan warga Pasek

Limas Catu Meres (Ulun Danu Batur),
Tepasana (Bebaturan /Pertiwi) dan Padmasana
Limas Catu Meres (Gunung Batur) merupakan pelinggih penyawangan Pura Ulun Danu Batur sebagai salah satu Pura Kahyangan jagat Bali.
Tepasana (Bebaturan/Pertiwi) adalah pelinggih untuk memuja manifestasi Hyang Widhi dalam wujud ibu pertiwi
Padmasana merupakan pelinggih untuk memuja sanghyang Siwa, Parama Siwa dan Sada Siwa.
– sisi timur utawi kangin –

Meru Tumpang 5 (Panca Tirta), Limas Catu Mujung (Gunung Agung) dan
Menjang Seluang (Silayukti)
Meru Tumpeng 5 (Panca Tirta) merupakan pelinggih memuja 5 kekuatan dewata dan perhormatan ke apda 5 Rsi yang memberikan tuntunan Jnana kepada masyarakat.
Limas Catu Meres (Gunung Agung) merupakan bangunan suci sebagai penghormatan kepada betare di Gunung Agung (Besakih).
Menjang Seluang merupakan bangunan suci sebagai penghormatan khusus kepada Mpu Kuturan yang berjasa menyatukan masyarakat ke dalam tatanan kehidupan yang damai melalui pemujaan, Tri Murti kahyangan tiga dan sanggah kemulan.

Gedong Tanah (Hyang Kawitan)
Pengubengan (Pangungan Jeroan)
Ratu Ngurah Agung
Gedong Tanah (Hyang Kawitan) dalam hal ini adalah pelinggih menstanakan roh leluhur sejak awal.
Pengubengan (Panggungan jeroan) merupakan pelinggih yang difungsikan saat pelaksanaan piodal sebagai tempat menstanakan betare turun kabeh.
Ratu Ngurah Agung adalah anglurah yang berfungsi sebagai penjaga alam semesta, pepatih yang melindungi pretisentana.
– sisi selatan dan barat utawi kelod lan kauh –

Balai Pesantian, Peselang dan
Balai Pesanekan (Wayang Gedong)
Bale Pesantian adalah tempat khusus untuk kegiatan pesantian (kidung) yang mempersembahkan puji-pujian dalam gita. Biasanya saat pelaksanaan piodalan.
Peselang adalah bagunan suci tempat pinandita atau sulinggih melaksanakan puja bhakti atau memimpin upakara/persembahyangan.
Bale Pesanekan adalah tempat umat atau pemedek memersiapkan persembahyangan dan biasanya dipergunakan juga untuk tempat sembahyang pemedek/umat.

Balang Tamak, Kori Agung (Sisi Dalam) dan Piasan Ageng
Balang Tamak merupakan pelinggih khusus yang mengingatkan warga untuk selalu merenungkan pesan susila dari cerita balang tamak.
Piasan Ageng adalah tempat penataan upakara dan dapat difungsikan sebagai tempat Ida Sulingih melakukan pemujaan.
Kori Agung (sisa dalam) merupakan bagian dalam dari Kori Agung sebagai pintu utama untuk menudukun upakara yaitu: akses pratima, tirta.
.: sisi tengah :.

Pengaruman (Pepelik Sari)
Pengaruman (Pepelik sari) merupakan tempat persiapan upakara dalam hal ini persiapan terkait upakara utama seperti: tempat tirta Pura lain, pekuluh dan lain sebagainya.

Gedong Penyineban
Gedong Penyimpenan adalah bangunan suci yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan Pratima dan peralatan suci lainnya yang dipergunakan dalam setiap upakara di Pura.
Detail Bagunan Suci – Madya Mandala

Candi Bentar, Kori Agung dna Bale Kulkul
Candi Bentar merupakan pintu masuk diapit oleh 2 (dua) buah arca sebagai pintu masuk ke area Pura dari jalan raya. Candi bentar juga sebagai akses masuk ke Madya Mandala
Kori Agung merupakan pintu utama masuk ke Utama Mandala, diapit oleh Doro Kala dan Maha Kala, tampak dari sisi depan Pura.
Bale Kulkul merupakan bangunan yang diatasnya ditempatkan kulkul atau kentongan lanang-wadon (laki-perempuan) sebagai berwujudkan Purasa dan Prakirti, aspek feminim dan maskulin dalam kehidupan.

Kori Agung, Doro Kala dan Maha Kala
Kori Agung diapit oleh Doro Kala dan Maha Kala merupakan pinta akses utama Pura yang dibuka saat Upakara khusus seperti Pujawali dan melasti sebagai jalur masuk-keluar Pratima dan Tirta.

Pangunggan Jaba
Pangungan Jaba merupakan bangunan suci sebagai pelinggih Sang Hyang Baruna dan Ista Dewata difungsikan saat pelaksanaan Piodalan. Letaknya di depan Bale Kulkul

Bale Angklung
Bale Angklung bangunan pelengkap Pura sebagai tempat persembahan music pengiring upakara.
Detail Bagunan Suci – Kanista Mandala

Wantilan, Pewaregan dan Kamar Mandi
Wantilan, Pewaregan dan Kamar Mandi menjadi satu kesatuan area di belakang Utama Mandala. Adalah area baru dan tambahan sebagai tempat persiapan pendukung upakara dan area paling profan

